Kapan Kita Kemana Lagi?

Sejenak ku terlena Akan kehidupan yang fana Nikmat alam semesta
Nusa indah nirmala Serasa pagi tersenyum mesra Tertiup bayu membangkit sukma
Adakah esok kau senyum jua Memberi hangatnya sejuta rasa
Kau lah pemilik alam semesta Berilah hati ini kekuatan Berilah jiwa ini ketenangan
Jangan biarkan dalam kegelisahan Ingatkan selalu hamba ini Agar terus untuk memperbaiki
Segala kekhilafan diri Terlena akan duniawi Aku mohon keagunganMu
Aku mohon ampunanMu Ya Allah ya Tuhan sang penciptaku
Terimalah sembah Sujud ku Terimalah Sholat Taubat ku Hamba sungguh takut akan murkaMu
Falsafah kehidupan yang sangat mendalam, sebuah perjalanan Hidup Manusia
Kapan dan Kemana lagi tujuan hidup Manusia?
وما خلقت الجن والإنس إلا لیعبدون

Biografi

Keluarga

Pekerjaan

Wonderfull Land Visit

Tamborasi, merupakan sungai yang berukuran sangat pendek, hanya mempunyai panjang 20 meter dan lebar 15 meter. dengan ukuran ini sungai Tamborasi tercatat sebagai sungai terpendek setelah Sungai Reprua yang ada di Georgia dengan ukuran panjang 18 m. sungai ini mempunyai keindahan yang sangat mempesona tidak seperti kebanyakan yang sering ditemui.

Terletak di area pantai membuat sungai ini begitu berbeda. sungai terkesan seperti sebuah Danau, tetapi aliran air yang mengalir membuktikan bahwa ini adalah sungai. air sungai yang berasal dari sebuah mata Air yang berada diantara bebatuan tebing yang segar dan dingin, berwarna hijau dan air sangat tenang sekilas mirip dengan air danau tetapi sejatinya air disini mengalir. hulu di sungai berhubungan langsung dengan laut Pantai Tamborasi.

Berjarak 4,5 Km dari Danau Biru, sebuah danau yang sangat menarik untuk dikunjungi,  Danau Biru Kolaka mempunyai kedalaman tujuh meter dengan air jernih berwarna kebiru biruan.

 Danau diperkirakan memiliki tiga mata air dalam skala besar dari bebatuan bukit.

Apalagi dengan tambahan pepohonan hijau yang menghiasinya. Siapa pun yang menginjakkan kaki di sini pastinya akan langsung terpesona dengan kombinasi bukit batu menjulang, pepohonan hijau serta birunya danau yang sangat memukau.

Danau Biru Kolaka juga memiliki cerita tersendiri. Menurut warga setempat, dahulu kala ada seorang Putri Mokole atau Raja yang meninggalkan kediamannya sebab ada keinginannya yang tidak terpenuhi. Sang putri pergi ke tengah hutan dan berdiam diri selama berhari-hari lamanya.

Sampai suatu saat keinginan sang putri telah terpenuhi, sang putri pun meninggalkan tempatnya berdiam diri. Namun tak disangka saat sang putri beranjak dari tempatnya keluarlah air dari tempat duduknya. Air tersebut semakin lama semakin banyak dan terbentuklah Danau Biru.

 

Malam Nisfu Syaban, 15 Syaban 1444 H, yang InsyaAllah tahun ini akan bertepatan dengan malam rabu, 7 Maret 2023. Malam pertengahan bulan Syaban tahun ini kurang terasa istimewa, seistimewa saat masa kecilku yang ku habiskan di suatu desa dengan Sebuah Pondok Pesantren. Dimana pondok tersebut begitu istimewa dengan Bimbingan Alm KH Barmawi.